Aku di Sint. Carolous

Aku diopname di Sint. Carolous ruang goretty kurang lebih 4 hari. Disana, aku di blue light. Katanya sih supaya bilirubinku cepet normal. Mami ku juga nginep di sana. Bergabung bersama ibu-ibu lain yang nasibnya sama dengan aku. Pelajaran berharga yang mami aku terima adalah, bisa memerah asi dengan cepat, tidak putus asa untuk mendapatkan tetes demi tetes asi untuk aku minum, asi keluar dengan deras karena supply by demand, bisa pelekatan (walau kata mami, tangan aku selalu menghalangi karena selalu berada didagu), bersyukur karena aku cuma kena kuning, sedangkan ada beberapa ibu yang bayinya lahir prematur, patah tulang tangan, kelainan lahir, dst. Psttttt… Mami gak mau inget-inget lagi. Suka kasihan sama bayi-bayi itu. Hiks hiks hiks…

Aku kena kuning

Walaupun mami aku udah banyak baca dan ngerti teori bahwa bayi asi biasanya mendapat kuning fisiologis, tetep aja ngak ngeh kalo aku udah kena kuning. Satu minggu sejak aku lahir, asi mami baru keluar dalam warna putih susu itu hari ke empat. Itupun masih perjuangan untuk bisa latch on (pelekatan) dengan baik. Karena aku juga masih belajar untuk menempel dan menghisap asi dengan benar. Mami dan aku sama-sama belajar.

Satu minggu persis, setelah visit suster dari rumah sakit, dan menyarankan agar aku segera diperiksa, mami membawa aku ke RSIAH. Ternyata benar. Bilirubin aku naik dari 9 ke 12 lalu ke 14. Akhirnya, aku dirawat di Sint. Carolous. Gak papa deh. Supaya mami dan aku lebih mantap latch on nya.

Nih, foto-foto aku dengan kuningku. Pantesan kerjaanku pengennya tidur melulu.

Tangan-tangan mungilku

Kaki-kaki mungilku

Hari-hari Pertama aku di rumah merpati

Saat-saat rooming in di RSIAH

asi pertama ku (asi asix asyik)

Aku Dalam Perut Mami